Pihak Ressa Rizky Rossano Menunggu Permintaan Maaf Langsung dari Denada, Gugatan Rp7 Miliar Tetap Berlanjut
Konflik hukum antara Ressa Rizky Rossano dan ibu kandungnya, Denada, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Meski Denada telah menyampaikan pengakuan melalui sebuah video yang viral di media sosial, pihak Ressa menilai langkah tersebut belum menyentuh substansi persoalan hukum yang sedang bergulir di pengadilan.
Ronald, yang merupakan kakak angkat sekaligus kuasa hukum Ressa, menegaskan bahwa gugatan perdata senilai Rp7 miliar masih tetap berjalan dan belum ada alasan hukum yang cukup kuat untuk menghentikannya. Menurutnya, video pengakuan yang beredar justru memperlihatkan bahwa Denada tidak memiliki kehendak nyata untuk menyelesaikan perkara secara damai.
Salah satu hal utama yang menjadi sorotan pihak Ressa adalah tidak adanya permohonan maaf maupun ucapan terima kasih kepada orang tua angkat yang telah membesarkan Ressa sejak kecil. Ronald menilai hal tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap jasa keluarga angkat yang telah merawat dan membesarkan Ressa selama kurang lebih 24 tahun.
“Dengan konsep permohonan maaf yang dilakukan oleh Denada ini kan jelas dia tidak menginginkan adanya penghentian perkara. Tidak ada kehendak untuk menyelesaikan secara sungguh-sungguh,” ujar Ronald saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).
Ronald menambahkan bahwa keluarga angkat Ressa merasa sangat tersakiti karena dalam video tersebut, Denada sama sekali tidak menyebut peran orang tua angkat yang telah memberikan pengasuhan, pendidikan, serta dukungan penuh hingga Ressa tumbuh dewasa.
“Kalau sudah tidak pernah minta maaf, apalagi mengucapkan terima kasih. Padahal Ressa bisa besar sampai seperti ini kan karena jasa dan jerih payah orang tua saya dan adik-adiknya. Kenapa nama orang tua saya tidak disebut sama sekali,” lanjutnya.
Luka Lama yang Kembali Terbuka
Kekecewaan Ronald semakin mendalam ketika ia mengingat kembali sejumlah peristiwa masa lalu yang dinilai sangat menyakitkan bagi keluarganya. Salah satu insiden yang disorot adalah ketika ibunya, yang merupakan orang tua angkat Ressa, dibiarkan menunggu selama berjam-jam tanpa kepastian di depan rumah Denada.
“Pertama, tidak dibukakan pintu. Orang tua saya dibiarkan berdiri di tengah jalan selama tiga setengah jam. Itu tidak pernah dibahas. Setelah itu, adiknya dan orang tua saya malah dilaporkan ke polisi atas dugaan penggelapan mobil,” ungkap Ronald.
Menurut Ronald, rangkaian peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa konflik ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan akumulasi luka lama yang tidak pernah diselesaikan secara terbuka.
Gugatan Rp7 Miliar Tetap Berjalan
Terkait gugatan Rp7 miliar, Ronald menjelaskan bahwa nilai tersebut merupakan hasil perhitungan kerugian immateriil dan materiil akibat dugaan penelantaran serta perbuatan melawan hukum. Ia menegaskan, gugatan tersebut tidak bisa dicabut hanya karena adanya pengakuan sepihak di media sosial.
“Kalau memang mau menghentikan perkara ini, datang ke sini, duduk bersama, ngobrol baik-baik. Lakukan pengakuan dan minta maaf secara langsung. Itu baru selesai. Tapi ini kan tidak,” tegasnya.
Secara hukum, proses persidangan disebut masih berjalan sesuai jadwal, dan hingga kini belum ada kesepakatan damai yang tercatat secara resmi di pengadilan.
Peluang Mediasi Masih Terbuka
Meski demikian, pihak Ressa mengaku belum sepenuhnya menutup pintu mediasi. Ronald menyebut bahwa kesempatan berdamai masih terbuka apabila Denada bersedia membuka komunikasi secara langsung dan menunjukkan itikad baik kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan.
“Kalau pengakuan itu benar-benar dilakukan secara tatap muka, mungkin masih ada ruang mediasi. Padahal sekarang secara hukum ruang itu sudah hampir tertutup,” jelasnya.
Sementara itu, Ressa Rizky sendiri memilih bersikap lebih tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kakak angkatnya. Ia mengaku hanya berharap konflik ini dapat segera berakhir tanpa menimbulkan luka baru.
“Intinya Ressa menunggu. Sampai Ibu buka komunikasi,” ucap Ressa singkat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan lanjutan dari pihak Denada terkait tuntutan permintaan maaf secara langsung maupun peluang mediasi di luar pengadilan. Publik pun masih menanti perkembangan lanjutan dari konflik keluarga yang kini telah bergulir menjadi sengketa hukum terbuka.