Manajer Mudy Taylor Ungkap Kondisi Mendiang Sebelum Meninggal, Sempat Sesak Napas
Liputan6.com, Jakarta Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Komedian yang dikenal dengan gaya humor musikalnya, Mudy Taylor, dikabarkan telah tutup usia pada Selasa (25/11/2025).
Doni selaku manajer Mudy Taylor mengonfirmasi bahwa Mudy Taylor meninggal dunia sekitar pukul 16.15 WIB. Jenazah almarhum dikebumikan malam harinya sekitar pukul 22.00 WIB, di TPU Joglo, Jakarta Barat.
"Meninggalnya kemarin, kurang lebih jam 04.15 sore. Aku diinfokan istrinya jam 04.15 sore, kemarin sore," ujar Doni melalui sambungan telepon, Rabu (26/11/2025). "Dan langsung tadi malam, langsung dikubur jam 10-an lah. Jam 10, setengah 11 malam," Doni menambahkan.
Menurut Doni, kepergian Mudy Taylor terbilang cukup mendadak karena kesehatannya yang menurun secara drastis. Sebelumnya tak ada tanda-tanda mencurigakan, hingga akhirnya keluarga memutuskan melarikan Mudy ke rumah sakit terdekat.
"Iya mendadak, maksudnya dia mendadak sesak napas. Terus dibawa ke UGD, ya sudah langsung meninggal. Itu di UGD itu kayaknya jam 04.15 (sore) itu," jelas Doni.
Banyak spekulasi yang muncul mengenai penyebab utama meninggalnya komedian yang kerap membawa gitar saat stand up comedy tersebut, mengingat ia jarang terlihat sakit parah di depan publik.
Berdasarkan informasi yang diterima dari istri almarhum, terdapat indikasi masalah kesehatan serius pada organ vitalnya yang baru diketahui saat pemeriksaan terakhir di rumah sakit. Sang manajer menuturkan bahwa ada dugaan penumpukan cairan yang menjadi pemicu fatal kondisi Mudy.
Sebagai orang terdekat, Doni tak melihat gejala tertentu atas kondisi kesehatan Mudy. Namun berdasarkan kabar yang diterima, lanjut Doni, terdapat penumpukan cairan pada jantung almarhum.
"Kalau sakitnya sih nggak ada gejala apa-apa ya. Yang ini versi istrinya lah ya saya bercerita. Ya memang sesak napas, tahu-tahu sesak napas, terus ya sudah dibawa ke UGD. Nah, terus ya katanya sih ada cairan di jantung," tutur Doni.
Meski begitu, Doni tidak mengetahui secara pasti sejak kapan kondisi tersebut dialami oleh Mudy. Terlebih lagi selama ini almarhum tidak pernah mengeluhkan soal sakit jantung.
"Nah itu yang nggak tahu saya juga ya. Ada semacam cairan di jantung, kalau sakit jantungnya sih memang nggak, mungkin nggak kedeteksi ya," imbuhnya.
Doni menambahkan, belakangan Mudy memang sempat mengeluhkan kolesterol tinggi yang diidapnya. Menurut Doni, kolesterol yang diderita Mudy cukup parah hingga memengaruhi cara berjalannya.
"Cuma biasanya dia punya memang punya kolesterol. Jadi tiga sampai enam bulan lalu memang dia mengeluh kolesterolnya lah. Kolesterolnya lumayan, kalau dia sudah lagi kolesterolnya kambuh tuh jalannya susah, pincang gitu. Tapi nggak tahu, tahu-tahu kemarin itu sesak napas, ya sudah dibawa ke UGD," urainya.
Doni mengaku terkejut saat mendapat kabar duka ini dari istri almarhum. Ia mengaku tidak ada firasat apa pun sebelumnya bahwa rekan kerjanya tersebut akan pergi untuk selamanya secepat ini.
"Saya juga kaget, tahu-tahu istrinya WA (WhatsApp) saya pakai HP-nya dia kan gitu," ucap Doni.