IEG Teken MOU dengan Shandong RTV, Buka Peluang Distribusi Konten 2 Arah dan Produksi Bersama
Selebriti Nov. 28 2025

IEG Teken MOU dengan Shandong RTV, Buka Peluang Distribusi Konten 2 Arah dan Produksi Bersama

Liputan6.com, Jakarta EMTEK Group melalui salah satu sub holding Indonesia Entertainment Grup (IEG), mengambil langkah strategis dengan menandatangani MOU bersama Shandong Radio and Television. Kesepakatan ini menjadi upaya untuk membawa konten lokal Indonesia agar bisa dinikmati oleh penonton di kancah internasional, khususnya Tiongkok. 

Direktur IEG dan Moji TV, Hendy Liem, menjelaskan bahwa kesepakatan ini menjadi tonggak dalam menjalin hubungan bilateral di sektor kreatif. Kolaborasi ini tidak hanya sekadar formalitas di atas kertas, melainkan strategi komprehensif yang mencakup distribusi konten dua arah yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

"Jadi MOU ini adalah MOU antara Emtek Grup dalam hal ini IEG, dengan salah satu stasiun TV di Singapura, yaitu Shandong Radio and Television. Pada intinya ini kerja sama dalam hal konten," ujar Hendy Liem, Direktur IEG dan Moji TV, di Hotel Pan Pasific, Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2025).

"Untuk saling berkolaborasi dalam hal, pertama: distribusi. Yaitu kita akan mendistribusikan konten-konten mereka yang populer seperti drama dan lain-lain di Indonesia. Dan juga sebaliknya, konten-konten kita juga mereka akan mendistribusikan di Cina," Hendy Liem menambahkan.

Hendy menilai peluang ini menjadi angin segar mengingat tingginya minat penonton Indonesia pada drama Mandarin. Di sisi lain, kesempatan ini juga bisa menjadi modal timbal balik untuk memperkenalkan konten Indonesia di pasar mereka.

"Kita melihat ini adalah satu peluang yang bagus. Karena memang konten-konten dari Cina kan, terutama dramanya, cukup populer di sini. Sementara kita selama ini belum bisa menembus market di Cina. Jadi saya pikir ini adalah jalan masuk yang bagus buat kita sebagai produser konten Indonesia," kata Hendy.

Selain aspek distribusi, kerja sama juga menyentuh ranah produksi bersama yang digadang akan meningkatkan kualitas serta skala produksi film layar lebar Indonesia. Hendy memaparkan bahwa rencana produksi bersama ini merupakan strategi jitu untuk menyiasati sulitnya film asing masuk ke bioskop China tanpa adanya mitra lokal yang kuat.

"Jadi kita juga akan mewujudkan diskusi kita mengenai Joint Production untuk konten-konten segala macam, baik drama maupun film layar lebar. Untuk Joint Production bersama supaya kita punya konten juga, dalam hal ini layar lebar, bisa juga menembus market China. Karena untuk masuk ke China itu nggak gampang. Tapi kalau kita ada local partner, menurut saya ini adalah jalan masuk yang mudah-mudahan bisa sangat membantu," jelasnya.

Ketika disinggung mengenai durasi kontrak kerja sama tersebut, Hendy menyatakan bahwa saat ini fokus utama mereka masih pada tahap penyamaan visi dan kerangka kerja umum. Meski begtu, ia menyebut niat baik kedua belah pihak akan segera ditindaklanjuti dengan rencana aksi nyata dalam waktu dekat.

"Kita belum detail sampai situ diskusinya. Ini sebenarnya lebih kepada framework general aja. Tapi intention-nya adalah kita akan follow up dengan sesuatu yang action plan yang real. Yang mudah-mudahan akan ada hasilnya dalam beberapa bulan ke depan sudah kelihatan," tuturnya.

Hendy menambahkan bahwa pembicaraan mengenai judul konten apa saja yang akan didistribusikan dan diproduksi sudah mulai didiskusikan secara mendetail agar bisa segera dieksekusi.

"Segera. Jadi sebenarnya kita sudah bicara detail konten apa yang mau kita distribusikan. Untuk Joint Production juga produksi apa yang mau kita kerjakan, nanti akan kita follow up lebih lanjut," pungkas Hendy Liem.