Eksklusif Prinsa Mandagie: Curhat Lepas dari Hubungan Toksik lewat Lagu Kembali ke Aku
Liputan6.com, Jakarta - Setelah sempat rehat dari dunia musik, penyanyi sekaligus penulis lagu Prinsa Mandagie akhirnya kembali dengan single terbaru berjudul “Kembali ke Aku.” Karya ini menandai sebuah fase baru dalam perjalanannya setelah melalui banyak refleksi pribadi yang cukup panjang. Ia percaya kembalinya dia bukan hanya untuk merilis lagu baru, tetapi juga sebagai cara untuk menyembuhkan diri dari hubungan dan masa-masa sulit yang pernah dialaminya.
Bagi Prinsa, studio rekaman menjadi tempat yang aman untuk bersikap jujur pada dirinya sendiri. Di sana, Ia bisa menuangkan perasaannya yang selama ini ia pendam. Prinsa mengatakan bahwa ide utama “Kembali ke Aku” datang dari pengalaman pribadi ketika ia merasa tidak lagi menjadi dirinya sendiri dalam sebuah hubungan. Dalam situasi ini, ia menyadari bahwa banyak orang mungkin mengalami hal serupa tetapi memilih untuk tetap diam.
“Aku pernah kehilangan diri sendiri saat punya pasangan. Dari situ lah aku tahu lagu ini harus ada,” ujarnya saat diwawancarai Showbiz Liputan6.com, Rabu (19/11/2025).
Prinsa mengaku perubahan yang paling terasa setelah dirinya keluar dari fase kelam itu adalah kembalinya kebebasan untuk mengekspresikan diri. “Aku jadi bisa tampil cantik lagi, bisa make up lagi. Dulu setiap make up selalu dibilang mau centil ke siapa,” ujarnya.
Untuk membuat makna dalam lirik lebih mendalam, ia memilih aransemen musik yang sederhana. “Menurut aku liriknya sendiri pun udah kuat. Jadi aku enggak perlu instrumen atau aransemen yang bener-bener megah,” ujarnya.
Ada satu lirik yang sempat menyentuh perasaannya dan kemudian menjadi inspirasi awal dalam menciptakan lagu. “Daripada ku kehilangan diriku. Lebih baik ku kehilangan kamu.” Kalimat ini menjadi pijakan bagi Prinsa untuk mengekspresikan tema yang ingin ia bawa.
Dalam proses pembuatannya, Prinsa bekerja sama dengan Lafa Pratomo yang selama ini ia kagumi karya-karyanya. Salah satu lagu yang membuatnya tertarik adalah “Tak” dari Danilla, yang ia nilai punya kedalaman emosi yang membekas. Dari situ, ia meminta Lafa untuk bekerja sama karena memiliki gaya musik yang cocok dengan apa yang ingin disampaikan.
Prinsa mengatakan bahwa kerja sama itu berlangsung dengan hangat dan terbuka. Lafa memberikan kesempatan penuh untuk ide-ide yang ingin ia hadirkan tanpa merasa takut. “Dia dengerin apa yang aku pengen bawa di lagu ini,” tambahnya.
Prinsa berharap lagu ini bisa memberi semangat bagi siapa saja yang terjebak dalam hubungan yang tidak baik. Ia ingin para pendengar lebih sadar akan tanda-tanda yang dapat menyakiti diri mereka sendiri dan berani untuk pergi dari hubungan tersebut. “Yang paling susah itu pergi, tapi itu yang paling penting,” ujarnya.
Dengan perilisan lagu ini, Prisa berharap bisa mengadakan mini showcase untuk memperkenalkan lagu ini lebih dekat kepada penggemarnya. Ia ingin menciptakan ruang kecil yang hangat untuk berbagi cerita langsung dengan pendengar.